اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ ١
*) Dalam Al-Qur’an, tidak ada makna yang saling berlawanan dan tidak ada penyimpangan dari kebenaran.
Bacaan, terjemah per kata & tafsir Al-Qur'an
*) Dalam Al-Qur’an, tidak ada makna yang saling berlawanan dan tidak ada penyimpangan dari kebenaran.
*) Sebagian mufasir memahami raqīm sebagai nama anjing dan sebagian yang lain menafsirkannya sebagai batu prasasti berisi catatan tentang agama tauhid atau nama-nama mereka.
*) Allah Swt. menidurkan mereka selama 309 tahun qamariah dalam gua itu (lihat ayat 25 surah ini) sehingga mereka tidak dapat dibangunkan oleh suara apa pun.
*) Dua golongan itu ialah pemuda-pemuda itu sendiri yang berselisih tentang berapa lama mereka tinggal dalam gua itu.
*) Bangun dan menghadap Raja Dikyanus yang zalim dan sombong.
*) Perkataan ini terjadi antara mereka itu sendiri yang timbulnya karena ilham dari Allah Swt.
*) Di antara contoh amal kebajikan yang abadi pahalanya adalah melaksanakan rukun Islam dengan benar dan membaca tasbih, tahmid, dan zikir-zikir lainnya.
*) Lihat catatan kaki surah Āli ‘Imrān (3): 28.
*) Di antara bentuk siksaan Allah Swt. adalah yang tidak langsung diberikan kepada hamba-Nya yang berdosa, tetapi ditunda sesuai kehendak Allah Swt.
*) Menurut sebagian mufasir, pria itu bernama Yusya’ bin Nun, salah satu pembesar Bani Israil.
*) Menurut mufasir, berdasarkan hadis, hamba di sini ialah Nabi Khidir a.s., dan yang dimaksud dengan rahmat ialah wahyu dan kenabian. Adapun yang dimaksud dengan ilmu ialah pengetahuan tentang hal gaib, seperti yang akan diterangkan dalam ayat-ayat selanjutnya.
*) Sampai di pantai sebelah barat, tempat Zulqarnain melihat matahari sedang terbenam.
*) Menurut sebagian mufasir, golongan yang ditemui Zulqarnain itu adalah umat yang miskin.
*) Mereka tidak dapat memahami bahasa orang lain karena bahasa mereka sangat jauh bedanya dari bahasa yang lain dan mereka pun tidak dapat menerangkan maksud mereka dengan jelas karena kekurangcerdasan mereka.
*) Ya’juj dan Ma’juj ialah dua bangsa yang berbuat kerusakan di bumi.
457) Lihat catatan kaki surah Āli ‘Imrān (3): 28.
*) Tidak mengimani hari Kiamat.