مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوٰىۚ ٢ Mā ḍalla ṣāḥibukum wa mā gawā. kawanmu (Nabi Muhammad) tidak sesat, tidak keliru,
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى ٣ Wa mā yanṭiqu ‘anil-hawā. dan tidak pula berucap (tentang Al-Qur’an dan penjelasannya) berdasarkan hawa nafsu(-nya).
اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰىۙ ٤ In huwa illā waḥyuy yūḥā. Ia (Al-Qur’an itu) tidak lain, kecuali wahyu yang disampaikan (kepadanya)
عَلَّمَهٗ شَدِيْدُ الْقُوٰىۙ ٥ ‘Allamahū syadīdul-quwā. yang diajarkan kepadanya oleh (malaikat) yang sangat kuat (Jibril)
ذُوْ مِرَّةٍۗ فَاسْتَوٰىۙ ٦ Żū mirrah(tin), fastawā. lagi mempunyai keteguhan. Lalu, ia (Jibril) menampakkan diri dengan rupa yang asli