۞
وَلَوْ رَحِمْنٰهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِمْ مِّنْ ضُرٍّ لَّلَجُّوْا فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ ٧٥
Wa lau raḥimnāhum wa kasyafnā mā bihim min ḍurril lalajjū fī ṭugyānihim ya‘mahūn(a).
Seandainya Kami rahmati mereka dan Kami lenyapkan kemudaratan yang menimpanya,*) niscaya mereka akan terus terombang-ambing dalam kesesatannya.
*) Kaum musyrik pernah mengalami kelaparan karena tidak datangnya bahan makanan dari Yaman ke Makkah, sedangkan Makkah dan sekitarnya dalam keadaan paceklik, sehingga mereka sangat kepayahan pada waktu itu.