فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ اٰتَيْنٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنٰهُ مِنْ لَّدُنَّا عِلْمًا ٦٥
Fa wajadā ‘abdam min ‘ibādinā ātaināhu raḥmatam min ‘indinā wa ‘allamnāhu mil ladunnā ‘ilmā(n).
Lalu, mereka berdua bertemu dengan seorang dari hamba-hamba Kami yang telah Kami anugerahi rahmat kepadanya dari sisi Kami. Kami telah mengajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami.*)
*) Menurut mufasir, berdasarkan hadis, hamba di sini ialah Nabi Khidir a.s., dan yang dimaksud dengan rahmat ialah wahyu dan kenabian. Adapun yang dimaksud dengan ilmu ialah pengetahuan tentang hal gaib, seperti yang akan diterangkan dalam ayat-ayat selanjutnya.