اَنْ جَاۤءَهُ الْاَعْمٰىۗ ٢ An jā'ahul-a‘mā. karena seorang tunanetra (Abdullah bin Ummi Maktum) telah datang kepadanya.
وَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّهٗ يَزَّكّٰىٓۙ ٣ Wa mā yudrīka la‘allahū yazzakkā. Tahukah engkau (Nabi Muhammad) boleh jadi dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)
اَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرٰىۗ ٤ Au yażżakkaru fatanfa‘ahuż-żikrā. atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran sehingga pengajaran itu bermanfaat baginya?
اَمَّا مَنِ اسْتَغْنٰىۙ ٥ Ammā manistagnā. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (para pembesar Quraisy),