وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ ٢

Wa layālin ‘asyr(in).
demi malam yang sepuluh,*)
*) Yang dimaksud dengan malam yang sepuluh adalah sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Ada pula yang mengatakan sepuluh pertama dari bulan Muharam, termasuk di dalamnya hari Asyura, dan ada pula yang mengatakan sepuluh malam pertama dari bulan Zulhijah.

وَاَمَّآ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهٗ ەۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَهَانَنِۚ ١٦

Wa ammā iżā mabtalāhu fa qadara ‘alaihi rizqah(ū), fa yaqūlu rabbī ahānan(i).
Sementara itu, apabila Dia mengujinya lalu membatasi rezekinya, berkatalah dia, “Tuhanku telah menghinaku.”*)
*) Allah menyalahkan orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah suatu kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan, seperti yang tersebut pada ayat 15 dan 16. Sebenarnya, kekayaan dan kemiskinan adalah ujian Allah bagi hamba-hamba-Nya.